Peta Sulawesi di Indonesia

About Mamasa

 

 

 

 

 

 

 

 

Peta Sulawesi Barat

Peta Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat

Luas kebun Kopi Arabika di Kabupaten Mamasa sekitar 11.945 ha dengan jumlah petani sebanyak 12.074 orang. Produksi Kopi Arabika di Mamasa masih sangat rendah yaitu sekitar 600 kg/ha per tahun. Sedangkan luas kebun Robusta sekitar 5.091 ha yang dimiliki sekitar 11.506 orang petani yang menghasilkan rata-rata 500 kg/ha per tahun. PT. Bejana Kasih Sejahtera bertekad membina petani ini dengan proyeksi Green Beans 1 ton/ha per tahun sampai dengan 2 ton/ha per tahun.

Wilayah penyebaran Kopi Arabika ada pada ketinggian 1100-1800 mdpl meliputi wilayah Messawa, Sumarorong, Nosu, Pana, Sesena Padang, Mamasa, Balla, Tawalian, Tabang dan Tanduk Kalua. Sedangkan Kopi Robusta mayoritas ditemukan di daerah Mehalaan, Rantebbulahan Timur Bambang dan Buntumalangka

  1. Geografis Kabupaten Mamasa

Kabupaten Mamasa terletak di Sulawesi Barat dan berbatasan langsung dengan Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten Mamasa memiliki batas-batas :

Mamasa sering juga disebut Toraja Barat dan mayoritas penduduk Mamasa adalah Suku Toraja. Wilayah Mamasa berada pada ketinggian 700–2000 mdpl, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja dan hanya dipisahkan oleh gugusan Gunung Gandang Dewata di ketinggian 3037 mdpl. Di lereng pegunungan itulah terdapat perkebunan kopi masyarakat Mamasa dan masyarakat Tana Toraja.

    1. Budaya Mamasa

Mamasa termasuk bagian dari Suku Toraja, sehingga budaya yang secara turun-temurun diwariskan Mamasa adalah budaya, adat istiadat, bahasa dan kebiasaan serta kearifan lokalnya mirip dengan Toraja.

Berbagai jenis adat istiadat, tarian, kesenian rakyat, rumah adat, alam yang sangat indah menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk dating ke Mamasa menikmati keindahan alam Mamasa.

    1. Sosial


Masyarakat Mamasa sangat kental dengan budaya gotong-royong dalam kehidupannya sehari-hari, termasuk dalam hal bertani. Menggarap kebun atau sawah masih dilakukan secara berkelompok dan saling membalas jasa. Sehingga ikatan kekeluargaan dan persaudaraan masih sangat terasa. Hal ini merupakan salah satu potensi yang sangat berharga dalam masyarakat Mamasa untuk saling memperhatikan dan mendukung dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

    1. Ekonomi


Sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk Mamasa berasal dari pertanian, peternakan dan perikanan air tawar. Kopi adalah komoditi paling unggul di samping tanaman hortikultura. Potensi Mamasa dengan kondisi alam yang sangat cocok untuk tanaman kopi dengan kualitas tinggi mendorong PT. Bejana Kasih Sejahtera sangat serius dalam mengembangkan tanaman kopi, bekerjasama dengan semua petani kopi yang ada.

    1. Pertanian


Pada tahun 2018 tercatat area perkebunan kopi yang dikelola masyarakat seluas 17.036 ha dengan persentasi 70 % lahan Kopi Arabika dan 30 % Kopi Robusta dengan hasil panen sekitar 2018 ton per tahun. Produksi ini sangat rendah jika dibandingkan dengan daerah lain yang bias mencapai hasil panen sekitar 2 ton per ha/tahun. Kondisi inilah yang mendorong PT. Bejana Kasih Sejahtera untuk memberdayakan masyarakat Mamasa terutama budidaya kopi agar dapat menghasilkan panen yang maksimal dengan target minimal 1 ton per ha/tahun atau sekitar 17.000 ton per tahun.

  1. Potensi Kopi Mamasa
    1. Kesuburan tanah, ketinggian, dan suhu di Mamasa sangat cocok dengan tanaman jenis kopi

    1. Sejak 1850an, Kopi Arabika jenis Typika sudah ditanam oleh Belanda di pegunungan Toraja sampai Mamasa. Kopi ini sangan terkenal dan PT. Bejana Kasih Sejahtera mempunyai program mengembalikan kejayaan kopi ini kembali di Mamasa.

    1. Dengan gencarnya promosi yang dilakukan PT. Bejana Kasih Sejahtera dengan brand La Mamasa untuk mengenalkan kopi Mamasa baik lewat exebisi/ pameran dalam dan luar negeri, media social dll akan membuat Kopi Mamasa menjadi pendatang baru yang akan mempunyai pangsa pasar yang besar seiring dengan permintaan pasar akan kopi yang berkualitas tingga seperti Kopi Mamasa

  1. Rencana Pengembangan Bisnis

  1. Mendirikan rumah produksi kapasitas 1000 ton/tahun untuk pengolahan pasca panen di Kecamatan Nosu.

  1. Proses pasca panen dilakukan dengan standard pengolahan yang sangat tinggi melalui 14 tahap yang terbagi dalam 4 bagian besar yaitu sortir, pemisahan kulit dengan buah, fermentasi dan pengeringan.

  1. Mendorong penanaman/ peremajaan kebun yang sudah tidak produktif dengan spesies Arabika Typika yang prospeknya beberapa tahun ke depan akan sangat bagus

  1. PT. Bejana Kasih Sejahtera memaksimalkan kerjasama baik dalam maupun luar negeri agar seluruh produksi petani dapat terserap pasar dengan harga yang tinggi sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh petani.

  1. Potensi Pasar Komoditi Kopi (sumber IKM KOPI)

Pada tahun 2017, Indonesia berada pada urutan keempat produksi terbesar kopi dunia dengan jumlah 600.000 ton atau setara dengan 6,60% total hasil produksi kopi seluruh dunia. Produksi terbesar dipegang oleh Brasil di urutan pertama, kedua Vietnem dan ketiga Kolombia. Indonesia juga menjadi negara keempat pengekspor kopi terbesar seluruh dunia pada tahun 2015 dengan jumlah 502.721 ton pada tahun 2015.

Sedangkan peluang atau pasar komoditi kopi dapat dilihat dari negara-negara pengimpor kopi terbesar dunia pada tahun 2015 di antaranya :