1. Summary Executive

Proses produksi kopi La Mamasa dimulai dari hulu yaitu memberdayakan petani kopi, baik dalam bentuk edukasi budidaya kopi, managemen kebun, juga menampung hasil panen petani dalam bentuk cherry bean dari buah yang sudah benar-benar matang. Kemudian diproduksi dengan beberapa tahapan berdasarkan riset internal yang sudah dilakukan hingga menghasilkan green bean yang bermutu tinggi dan siap dijual, baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun untuk ekspor.

Beberapa jurnal penelitian tentang kopi menyebutkan, bahwa kopi enak itu kontribusinya 50% (bahkan ada yang menyebut 60%) dari petani yaitu biji kopi yang benar-benar matang, 20% dari proses pasca panen dengan proses yang sesuai dengan karakter kopi, 20% dari roaster, dan 10% dari barista menjadi alasan utama PT. Bejana Kasih Sejahtera untuk terlibat langsung membina petani dan melakukan proses pengolahan pasca panen secara langsung. Sedangkan untuk hilirnya, yaitu PT. Bejana Kasih Sejahtera membangun hubungan kerjasama dengan pelaku industri kopi baik di dalam maupun di luar negeri.

  1. Product Knowledge

Secara umum jenis kopi dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Arabika, Robusta, Liberika dan Exelsa. Hal tersebut berdasarkan dari sifat tanaman, bentuk daun, ukuran buah, ketinggian tempat tumbuh yang sesuai, rasa, aroma dan juga daya tahan terhadap cuaca maupun penyakit.

  1. Profil Kopi.

Menurut catatan sejarah perkembangan kopi di Indonesia, sekitar tahun 1875 Pemerintah Hindia Belanda mulai menggalakan penanam kopi di daerah pegunungan Tana Toraja dan Mamasa dengan jenis kopi Arabika Typica yang dikenal dengan nama “Mutiara Hitam dari Timur” dan sangat terkenal pada saat itu. Namun, karena tanaman tersebut terserang penyakit, akhirnya diganti dengan jenis baru yaitu Robusta.

Pada akhir tahun 1970an dikembangkan jenis kopi arabika yang merupakan persilangan Arabika Typika dan Robusta dengan varian bernama Jember. Menyusul Arabika USDA dan LINIE S, yang terakhir dikembangkan juga adalah kopi jenis Ateng, Lampung dan Unggul.

Untuk daerah KabupatenMamasa, hanya ada 2 jenis kopi yang dibudidayakan dan ditanam oleh petani yaitu jenis Arabika dan Robusta.

Arabika Mamasa memiliki aroma kopi special ini khas dengan tingkat keasaman yang rendah, halus, lembut, citarasa floral dan fruity. Sensasi rasa kopinya kuat dan pahit muncul di ujung lidah tak lama setelah diteguk. Penampilan kopinya tampak lebih bening setelah dituang ke dalam gelas, mirip teh pekat. Ciri khas dari kopi ini memiliki aroma khas seperti aroma tanah. Rasa pahitnya menonjol, tetapi dengan kadar asam yang rendah tidak membuat mual ketika meminumnya.

Robusta Mamasa memiliki cirri khas biji yang relatif kecil, bulat tetapi bernas. Aromanya menyerupai kacang-kacangan dan memiliki karakter yang kuat serta pahit. Namun, bodynya terasa tebal di dalam mulut.

  1. Produk
    1. La Mamasa Arabika Ground 100 gr
      • Kopi bubuk pilihan yang terbuat dari biji ceri kopi merah terbaik perkebunan kopi Mamasa, Sulawesi Barat.
      • Ditanam pada ketinggian 1100-1800 mdpl, sehingga memiliki karakter rasa yang menggoda.
      • Cupping Note : Vanila, Brown Sugar, Nuty, Flowery, dan Chocolaty.
      • Bersertifikat Cupping Score dengan score 85,25 sebagai Quality Control dan uji cita rasa oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
    1. La Mamasa Robusta Ground 100 gr
      • Kopi bubuk pilihan yang terbuat dari biji ceri kopi merah terbaik perkebunan kopi Mamasa, Sulawesi Barat.
      • Ditanam pada ketinggian 800-1100 mdpl, sehingga memiliki karakter rasa yang menggoda.
      • Cupping Note : Brown Sugar, Spicy, Astringent Aftertaste, Tobacco, dan Chocolaty.
      • Bersertifikat Cupping Score dengan score 85,25 sebagai Quality Control dan uji cita rasa oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
    1. La Mamasa Arabika Green Bean 1 kg
      • Kopi Arabika terbaik yang dipetik langsung dari petani lokal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
      • Ditanam pada ketinggian 1100-1800 mdpl
      • Hasil Uji Cupping Score dari Puslitkoka 85,25
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
    2. La Mamasa Robusta Green Bean 1 kg
      • Kopi Arabika terbaik yang dipetik langsung dari petani lokal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
      • Ditanam pada ketinggian 800-1100 mdpl
      • Hasil Uji Cupping Score dari Puslitkoka 80,75
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
    1. La Mamasa Roasting Arabika 1 kg
      • Origin asli Kabupaten Mamasa – Sulawesi Barat
      • Roasted Level : Medium to Dark
      • Ditanam pada ketinggian 1100-1800 mdpl
      • Cupping Note : Vanila, Brown Sugar, Nuty, Flowery, Chocolaty
      • Hasil Uji Cupping Score dari Puslitkoka 85,25
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
    1. La Mamasa Roasting Robusta 1 kg
      • Origin asli Kabupaten Mamasa – Sulawesi Barat
      • Roasted Level : Medium to Dark
      • Ditanam pada ketinggian 800-1100 mdpl
      • Cupping Note : Brown Sugar, Spicy, Astringent Aftertaste, Tobacco, Chocolaty
      • Hasil Uji Cupping Score dari Puslitkoka 80,75
      • Sudah memiliki ijin usaha, No. PIRT : 21760303000424
  1. Keunggulan Kopi La Mamasa
  1. Dibudidayakan secara organik, tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya karena kondisi alam Mamasa yang sangat subur.

  1. Pembudidaya adalah para petani binaan yang sudah mendapatkan edukasi pertanian khususnya budidaya kopi sehingga hasil yang didapatkan memenuhi standart specialty berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Puslitkoka dan SCAI sebagai Lembaga yang mempunyai kompetensi dalam mengeluarkan sertifikat mutu dari komoditi antara lain kopi.

  1. Kopi ditanam di ketinggian 800 – 1100 mdpl untuk jenis Robusta dan 1100–1800 mdpl untuk jenis Arabika, yang secara geografis sangat cocok untuk tanaman kopi.

  1. Karakter tanah dengan humus yang masih sangat tebal memberikan aroma yang sangat khas dan menjadi karakter Kopi Mamasa yang tidak ditemukan di tempat lain.