Kabupaten Mamasa – Kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam mendukung upaya implementasi Undang-undang Desa. Proses ini tentu saja perlu melibatkan semua unsur lapisan masyarakat desa, salah satunya adalah peran aktif pemuda dan pemudi.

Terlibat dalam seluruh proses berdesa adalah hak bagi setiap masyarakat. Karena, keterlibatan tersebut merupakan wujud dari pengakuan atas rekognisi dan subsidiaritas desa dalam melaksanakan kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Pemuda menyimpan banyak potensi untuk memimpin pembangunan desa. Mereka dapat berperan sebagai kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran “Zaman Now”. Berbagai aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Sehingga, bisa menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi acuh terhadap pembangunan di desanya.
Seperti yang dilakukan oleh 3 pemuda asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat ini. Yakobus, Domininggus, dan Musa. Berawal dari kecintaan kepada tanah kelahiran yang membesarkannya. Mereka berupaya memanfaatkan kekayaan alam untuk menghidupkan kembali perkebunan kopi di Kabupaten Mamasa yang hampir meredup.

Digandeng brand kopi lokal La Mamasa Specialty Coffee. Jack, Domi, dan Musa mendapat banyak sekali edukasi tentang pembibitan kopi, pengelolaan tanaman kopi, hingga pemeliharaan perkebunan dan proses produksi kopi siap konsumsi melalui Program Pembibitan Kopi Arabika Sigarar Utang. Perjuangan mereka tidaklah mudah, jatuh bangun dalam memulai suatu hal positif sangat butuh kegigihan serta keyakinan yang besar.

Karena permasalahan desa yang mungkin dapat melemahkan niat tersebut. Jack, Domi, dan Musa harus mampu menciptakan inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat desa. Bukan tak mungkin lagi, jika permasalahan akan muncul dari para kaum tua desa oleh adanya “miss persepsi” dengan cita-cita para pemuda ini.

Kepercayaan diri masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Seperti yang dikatakan oleh Yakobus di sela-sela aktivitasnya menyiram bibit-bibit kopi di area bedengan. “Saya tidak malu tinggal di desa, jadi anak desa yang jauh dari hiruk-pikuk dan keramaian kota. Prinsip saya, jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa.” Ujarnya.

Disini, peran La Mamasa Specialty Coffee adalah sebagai wadah yang memfasilitasi cita-cita mulia para pemuda desa Orobua Selatan ini untuk dapat menyalakan semangat bagi pemuda- pemuda desa lain di Kabupaten Mamasa. Berbagai ahli di bidang perkebunan dan perkopian didatangkan langsung untuk memberikan edukasi dan pengetahuan dalam mengelola kebun kopi.
PT Bejana Kasih Sempurna melalui brand La Mamasa Specialty Coffee juga memberikan kesempatan para pemuda untuk mengeluarkan aspirasi mereka, rancangan serta rencana mereka dalam memajukan desanya. Domininggus juga menegaskan jika program pembibitan kopi Sigarar Utang oleh La Mamasa ini yang berpengaruh besar bagi masyarakat desanya. Tak hanya dari segi finansial, tetapi juga dari segi pengetahuan.masyarakat menjadi melek teknologi dan sadar akan ilmu pengetahuan.

Desa adalah jantung kehidupan, cikal bakal kesediaan pangan masyarakat kota selalu berawal dari desa. Oleh karena itu, meskipun banyak kesempatan yang besar di kota, tetapi Yakobus, Domininggus, dan Musa tetap memilih mendedikasikan diri sebagai seorang petani kopi di desanya. “Bertani kopi tidak semata-semata demi kelangsungan hidup sumber daya manusia. Namun, ini adalah tentang keselarasan, keseimbangan, dan pelestarian hakikat manusia dengan alam yang sama-sama harus diperhatikan.” Tutur Musa, sebagai penutup.

 

(Sumber : Rujukannews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *