Kabupaten Mamasa – Meski dalam situasi pandemi #Covid19 seperti sekarang. Tak melemahkan semangat PT Bejana Kasih Sempurna untuk memulai pembibitan Single Origin dan Single Variety jenis Sigarar Utang. Program pembibitan kopi Sigarar Utang oleh PT Bejana Kasih Sempurna di bawah dukungan penuh Direktorat Jendral Perkebunan (Dirjenbun) yang dimulai sejak bulan Juni 2020 lalu, kini telah tumbuh subur.

Kopi Sigarar Utang merupakan salah satu bibit kopi unggul hasil kawin alami antara kopi Arabika dan kopi Robusta, yang pertama kali ditemukan oleh warga Tapanuli Utara di Desa Batu Gaja, kecamatan Paranginan. Selain sudah memiliki sertifikat pembenihan, bibit kopi Sigarar Utang juga telah mendapat pengakuan dari Starbucks dan bahkan pernah mengalahkan produksi kopi di Brazil.

Terletak pada ketinggian 1320 mdpl, lahan yang dijadikan pembibitan kopi Sigarar Utang di Kabupaten Mamasa ini telah dalam kondisi bersih dan terbebas dari pohon-pohon, tanaman perdu ataupun tunggul beserta perakarannya. Bedengan atau area yang digunakan untuk penyemaian bibit, diatur sedemikian rupa dengan panjang bedengan 15 meter, lebar 120 cm, dan tinggi 20 cm. Jumlah baris dalam 1 bedengan terdiri dari 30 baris. Sedangkan jarak tanam dalam barisnya adalah 4 cm x 3 cm. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses penyemaian, sebelum akhirnya bibit siap untuk ditanam.

Perlu diketahui, bahwa bibit Single Origin dan Single Variety yang sudah ditanam ini merupakan bibit milik PT Bejana Kasih Sempurna. Sedangkan untuk persiapan lahan dan penyediaan fasilitas pendukung telah mendapatkan pengawasan langsung oleh tangan- tangan yang ahli di bidangnya.

Pernah mewakili Indonesia dalam Pameran Thailand Coffee, Tea, & Drink 14th di Bangkok Februari lalu, dan menjadi salah satu peserta di Thaifex Anuga Asia 2020. PT Bejana Kasih Sempurna melalui brand La Mamasa menjadi salah satu produk pangan lokal yang sangat bisa diperhitungkan. Penikmatnya bahkan telah melebar ke berbagai daerah, dalam maupun luar negeri. Sehingga, kualitas kopi La Mamasa tidak perlu diragukan lagi.

Tak dapat dipandang sebelah mata, Kabupaten Mamasa menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Potensi hasil perkebunan kopi di Mamasa sangat besar. Karena, Mamasa merupakan penyuplai sebagian besar kopi di Toraja. Hal inilah yang menjadikan mayoritas penduduk Mamasa bermata pencaharian sebagai petani kopi.

(Sumber : Rujukannews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *